Izin Praktik Okupasi Terapis


1. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Okupasi Terapis
3. Peraturan Walikota Nomor 23 Tahun 2018 tentang Perubahan atas peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Kepada DPMPT
1
2
3
4
5
6

7
8
9
Surat permohonan
Fc. e-KTP
Fc. Ijazah yang dilegalisir
Fc. STROT
Fc. Surat keterangan sehat dari dokter yang mempunyai Surat Izin Praktik
Surat Pernyataan mempunyai tempat kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau tempat praktik pelayanan Okupasi Terapi secara mandiri
Pas foto berwarna terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar berlatar belakang merah
Rekomendasi dari organisasi Profesi IOTI (Ikatan Okupasi Terapis Indonesia)
Berkas 2 (dua) rangkap dan map

Masa berlaku 3 (tiga) tahun

Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya berkas lengkap dan benar
1 Pemohon mengambil nomor antrian loket
2 Pemohon mengambil formulir dan persyaratan perizinan di loket 1/2
3 Pemohon menyerahkan berkas perizinan untuk verifikasi secara administrasi di loket 3/4
4 Pemohon menerima tanda terima berkas permohonan pada loket pendaftaran
5 Pemohon mengambil Surat Izin Praktik Okupasi Terapis (SIPOT)  yang telah terbit di loket pengambilan
Tidak ada Biaya (Gratis)